Sangat sesuai dengan cabaran kita sekarang dengan corona virus yang mula menyebabkan banyak cabaran dalam kehidupan kita.
Asal Usul Nabi Ayub
Ayyub ‘alaihis salam adalah seorang nabi yang mulia yang nasabnya sampai kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَمِن ذُرِّيَتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
“Dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) Yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al An’aam: 84)
Sebelumnya Nabi Ayyub memiliki harta yang banyak dengan bermacam jenisnya, seperti: haiwan ternak, hamba sahaya, dan tanah.
Baginda juga memiliki isteri yang saleh dan keturunan yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin mengujinya, dan Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka, barangsiapa yang redho dengan ujian tersebut, maka dia mendapatkan keridhaan-Nya dan barangsiapa yang marah terhadap ujian tersebut, maka dia mendapatkan kemurkaan-Nya (sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2110).
Nabi Ayub Ditimpa Ujian
Nabi Ayub adalah orang yang sabar dalam menghadapi ujian tersebut, hartanya yang banyak habis, anak-anaknya meninggal dunia, semua ternaknya binasa, dan Nabi Ayyub ‘alaihis salam sendiri menderita penyakit yang sangat berat, tidak ada satu pun dari anggota badannya kecuali terkena penyakit selain hati dan lisannya yang ia gunakan untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam menghadapi musibah itu, ia tetap bersabar dan mengharap pahala, serta berdzikir di malam dan siang, pagi dan petang.
Hari pun berlalu, namun tidaklah berlalu hari itu kecuali penderitaan baginda semakin berat, dan saat penderitaan yang dialaminya semakin berat, maka kerabatnya menjauhinya, demikian pula kawan-kawannya, tinggallah istrinya yang sabar mengurusnya dan memenuhi haknya. Istrinya terus mengurusnya, dan memenuhi keperluannya, sampai ia rela bekerja dengan upah tidak seberapa untuk menafkahi suaminya.
Nabi Ayub terus merasakan sakitnya, namun ia tetap sabar sambil mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya, sehingga jadilah baginda sebagai imam dan teladan dalam kesabaran.
Abu Ya’la dan Al Bazzar meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ أَيُّوبَ كَانَ فِي بَلَائِهِ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ سَنَةً، فَرَفَضَهُ الْقَرِيبُ وَالْبَعِيدُ إِلَّا رَجُلَانِ مِنْ إِخْوَانِهِ، كَانَا مِنْ أَخَصِّ إِخْوَانِهِ كَانَا يَغْدُوَانِ إِلَيْهِ وَيَرُوحَانِ إِلَيْهِ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: تَعْلَمُ وَاللَّهِ لَقَدْ أَذْنَبَ أَيُّوبُ ذَنْبًا مَا أَذَنَبَهُ أَحَدٌ. قَالَ صَاحِبُهُ: وَمَا ذَاكَ؟ قَالَ: مُنْذُ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ سَنَةً لَمْ يَرْحَمْهُ اللَّهُ فَيَكْشِفُ اللَّهُ عَنْهُ. فَلَمَّا رَاحَا إِلَيْهِ، لَمْ يَصْبِرِ الرَّجُلُ حَتَّى ذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، قَالَ أَيُّوبُ: مَا أَدْرِي مَا تَقُولُ، إِلَّا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ أَمُرُّ عَلَى الرَّجُلَيْنِ يَتَنَازَعَانِ فَيَذْكُرَانِ اللَّهَ، فَأَرْجِعُ إِلَى بَيْتِي فَأُكَفِّرُ عَنْهُمَا، كَرَاهِيَةَ أَنْ يُذْكَرَ اللَّهُ إِلَّا فِي حَقٍّ. قَالَ: وَكَانَ يَخْرُجُ إِلَى حَاجَتِهِ، فَإِذَا قَضَى حَاجَتَهُ أَمْسَكَتِ امْرَأَتُهُ بِيَدِهِ حَتَّى يَبْلُغَ، فَلَمَّا كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ أَبْطَأَ عَلَيْهَا، وَأُوحِيَ إِلَى أَيُّوبَ فِي مَكَانِهِ أَنِ {ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ} [ص: 42] فَاسْتَبْطَأَتْهُ فَتَلَقَّتْهُ يَنْتَظِرُوا، وَأَقْبَلَ عَلَيْهَا قَدْ أَذْهَبَ اللَّهُ مَا بِهِ مِنَ الْبَلَاءِ وَهُوَ عَلَى أَحْسَنِ مَا كَانَ، فَلَمَّا رَأَتْهُ قَالَتْ: أَيْ بَارَكَ اللَّهُ فِيكَ، هَلْ رَأَيْتَ نَبِيَّ اللَّهِ هَذَا الْمُبْتَلَى؟ وَوَاللَّهِ عَلَى ذَلِكَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَشْبَهَ بِهِ مُذْ كَانَ صَحِيحًا مِنْكَ. قَالَ: فَإِنِّي أَنَا هُوَ. وَكَانَ لَهُ أَنْدَرَانِ: أَنْدَرُ لِلْقَمْحِ وَأَنْدَرُ لِلشَّعِيرِ، فَبَعَثَ اللَّهُ سَحَابَتَيْنِ، فَلَمَّا كَانَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى أَنْدَرِ الْقَمْحِ فَرَّغَتْ فِيهِ الذَّهَبَ حَتَّى فَاضَ، وَأَفْرَغَتِ الْأُخْرَى عَلَى أَنْدَرِ الشَّعِيرِ الْوَرِقَ حَتَّى فَاضَ» “.(قال الهيثمي: رَوَاهُ أَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّارُ، وَرِجَالُ الْبَزَّارِ رِجَالُ الصَّحِيحِ).
“Sesungguhnya Nabi Allah Ayyub mendapat cobaan selama lapan belas tahun, sehingga orang dekat dan jauhnya menjauhinya selain dua orang saudara akrabnya yang sering menjenguk di pagi dan sore.
Lalu salah satunya berkata kepada yang lain, “Engkau tahu, demi Allah, dia telah melakukan dosa yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun.” Kawannya berkata, “Dosa apa itu?” Ia menjawab, “Sudah delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya dengan menghilangkan cobaan itu.”
Saat keduanya menjenguknya di sore hari, maka salah satunya tidak sabar sehingga menyampaikan masalah itu kepadanya. Nabi Ayub berkata, “Aku tidak tahu apa yang kamu katakan, hanya saja Allah mengetahui bahwa aku pernah melewati dua orang laki-laki yang bertengkar, lalu keduanya menyebut nama Allah, kemudian aku pulang ke rumahku dan membayarkan kaffarat untuk keduanya karena aku tidak suka kedua orang itu menyebut nama Allah untuk yang tidak hak.”
Beliau juga bersabda, “Nabi Ayyub keluar jika hendak buang hajat. Apabila ia telah selesai buang hajat, maka istrinya menuntunnya sampai ke tempat buang hajat. Suatu hari Nabi Ayyub terlambat dari istrinya, dan diwahyukan kepada Nabi Ayyub di tempatnya, “Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” (QS. Shaad: 42)
Istrinya menunggunya cukup lama, dia menjumpai Ayyub sambil memperhatikannya sedang berjalan ke arahnya, sementara Allah telah menghilangkan penyakitnya, dan Nabi Ayyub dalam keadaan lebih tampan daripada sebelumnya. Saat istrinya melihat, istrinya langsung berkata, “Semoga Allah memberkahimu, apakah engkau melihat Nabi Allah yang sedang diuji ini? Demi Allah, aku tidak melihat seorang pun yang lebih mirip ketika sehat daripada kamu?” Ayyub menjawab, “Akulah orangnya.”
Ayyub memiliki dua tumpukan gandum, yang satu untuk gandum dan yang satu lagi untuk jewawut, lalu Allah mengirimkan dua awan. Saat salah satu dari awan itu berada di atas tumpukan gandum, awan itu menumpahkan emas sehingga melimpah ruah, sedangkan awan yang satu lagi menumpahkan perak ke tumpukan jewawut sehingga melimpah ruah.” (Al Haitsamiy berkata, “Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Al Bazzar. Para perawi Al Bazzar adalah para perawi hadis shahih.” Hadis ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahiihah, 1:25)
Nabi Ayyub Sembuh dari Sakit
Setelah berlalu sekian lama, yaitu delapan belas tahun seperti yang diterangkan dalam hadis di atas, maka Ayyub memohon kepada Tuhannya agar menghilangkan derita yang menimpanya, ia berkata,
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang.” (QS. Al Anbiyaa’: 83)
Maka Allah mewahyukan kepada Ayyub agar menghentakkan kakinya ke tanah, lalu Ayyub melakukannya, tiba-tiba memancarlah air yang sejuk, kemudian ia mandi daripadanya, lalu Ayyub sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada satu pun luka dan penyakit yang dirasakannya kecuali sembuh seluruhnya, ia juga meminum air itu, sehingga tidak ada satu penyakit yang ada dalam tubuhnya kecuali keluar dan dirinya kembali sehat seperti sebelumnya sebagai orang yang rupawan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghilangkan penyakit yang menimpa Ayyub dan jasadnya kembali sehat, Dia juga memberikan kekayaan lagi kepadanya, mengembalikan harta dan anaknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَءَاتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ
“Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al Anbiyaa’: 84)
Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Ayyub sebagai teladan dalam kesabaran yang patut ditiru.
Selesai dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Bottom Line
Sesuai sangat dengan situasi kita sekarang kan? Bila kita ditimpa ujian, hendaklah kita bersabar, dan berharap kasih sayang Allah. Allah uji sebab Dia sayang.
Kalau kita ditimpa ujian, dan sebaliknya kita mengeluh dan mengecam, tak dapatlah pula nikmat yang Allah hendak berikan.
Ada beberapa link rujukan yang saya rasakan bermanfaat untuk anda, jemput baca ya:
- Bagaimana Bisnes Shaklee Mengubah Hidup Saya
- Bisnes Shaklee Untuk Orang Muda Jana Income Lebat
- Peluang Bisnes Shaklee Dengan Income Unlimited: 3C
- Kisah Kejayaan Yang Menusuk Kalbu Dengan Bisnes Shaklee
- Cara Bisnes Shaklee Sampai Berjaya
- Gabungan 10 Orang Masters Antara Kelebihan #TeamJutawan
- 3 Penjuru Income Dengan #JomDetoxJutawan
- Cara Berniaga Gaya Jutawan
- Nak kaya? Panduan Dari Al-Quran
- Definisi Kaya Menurut Islam
- Lepasi 3 Peringkat Ujian Ini Jika Mahu Berjaya
- Tawakal Seumpama Burung Terbang Pagi
- Sabar Formula Quantum effort
- Taqwa Perkara Pertama Quantum Effort
- Tips Untuk Kaya: Present Moment
- Solat Sebagai Salah Satu Amalan Quantum Effort
- 7 Nasihat Padu Dari Businessman Yang Buat Jualan 500 Juta Setahun
- Bersyukur Salah Satu Amalan Quantum Effort
- Sabar Hadapi Wabak Qif19 (Covid19)
- Apa yang kita fikir, itulah yang kita akan dapat (law of projection)
Bagaimana Nak Buat Bisnes Shaklee? Ayuh bersama saya di grup Jutawan!
Sila hubungi 012-2195919 atau klik link di bawah
Klik untuk ketahui bagaimana memulakan bisnes Shaklee
Semoga perkongsian ini bermanfaat untuk semua dan jika anda ingin mendapatkan produk Shaklee atau menyertai Shaklee boleh hubungi saya dan saya akan membantu anda turut sama berjaya.
Raihanah SID 864679
No tel: 0122195919
Your trusted Shaklee Independent Distributor
Beauty Consultant
Shaklee Gombak



Yaaa sebab itu juga para ulama da menyarankan jika kita ditimpa masaalah dan ujian, baca doa Nabi Ayyub ini, dan kita kena sabar dan redha akan ujian dariNya…kalau tak, penyakit yang kita dapat, takkan hilang dari sakitnya…
Sis Lin recently posted…JOM SHOPPING ONLINE SEMPENA KEMPEN MyRAMADHAN DI PGMall.my
Betul ditika kita dilanda musibah ni seeloknya kita banyak bermuhasabah diri dan byk beribadah berdoa kepada Allah minta pengampunan dari Nya. Sama2 kita bersabar dan bertabah ye.
Allah uji sebab Dia sayang hambaNya. Betul. Bila jatuh baru nak ingat Tuhan. Sedangkan Dia tak pernah sama sekali lupa akan hambaNya. Terima kasih berkongsi. InshaAllah, saya akan cuba baca rujukan yang di kongsi disini 😉
YatieOwner recently posted…FROM THE MAGELLAN SUTERA RESORT – SUTERA GOURMET TAKEAWAY AVAILABLE NOW
allahuakbar, semoga kita diberi kesabaran yang sebegini, setia seperti isteri nabi ayub. Manisnya limpahan rahmat yang Allah kurniakan kepada orang yang sabar. peringatan yang sangat baik, mendidik hati untuk lebih mengingati Allah
ajumohit recently posted…Printer HP 2676 wireless All-in-One, harga setanding dengan kualiti
Semoga kita diberi kesabaran yang tinggi seperti Nabi Ayyub dalam meneruskan kehidupan. Kuat dugaan yang ditanggung oleh Nabi Ayyub
Thanks atas sharing ni, indeed kisah Nabi Ayub ni mmg antara kisah yg boleh menjadi tauladan yg bagus dikala kita diuji dan ditimpa musibah.
Qeela recently posted…Naelofar Has Joined Shopee, Finally Yayy!
kuatnya seorang nabi bila di uji. Kekuatan sebenar ialah tetap sabar walau diuji dgn ujian berat. Mudah mudahan kita semua boleh jd kan contoh dan tauladan
Kesabaran adalah sebahagian dr iman…ambiklah teladan dari pada para nabi dan ulama. Semoga kita semua sentiasa redo dan sabar dengan ujian allah.
Pada mulanya bila baca ingat ni satu perungatan yang baik yg harus di contohi tetapi kemudian baru tahu bottom line nya rupanya nak promosi Shaklee.. mgkin ada yg suka cara gini kut.
terima kasih atas ingatan dan nasihat. kadang2 kita terlupa, lagi2 bila mco sorang2 ni kan, rapuh pulak hati ni
Bagus amalkan ayat dan surah Nabi Ayyub ni, terima kasih diatas perkongsian ini, perkongsian yang sangat bermanfaat untuk semua…
yes. cerita ni mostly of us tahu. tapi, masa ini la hikmah di sebalik kisah ni yg kita nak amik.
yg mesti kita tanamkan dlm hati. nabi pundiuji sedemikian teruk, tetap tabah. inikan pula kita org biasa.
moga those people yg positif sabar, tabah, teruskan berdoa. Allah uji sesiapa yg mampu, kan.
Although I don’t know much about Islamic studies, I do respect Malaysian culture as multi-cultured and religions.
God bless everyone.
Cerita yang memberi pengajaran. Sekarang kita diuji semua ni.Bersabar dan terus bersabar semoga semuanya beransur pergi..Memang suka baca cerita macam ni
Doa Nabi Ayyub A.S memang sumber rujukan seluruh umat Islam. Amalan yang dijadikan contoh. Sebab dugaan Nabi lagi besar dari kita. Bertahun-tahun sakit. Semoga kita Istiqamah dengan dugaan PKP.
Ruby recently posted…Aplikasi MySejahtera Bantu Rakyat Malaysia Tahu Risiko Jangkitan Terhadap COVID-19
Betul, kita kena sabar and terus dengan ajaran yang betul. Semua yang terjadi ada hikmat so kena belajar and berusaha teruskan kehidupan.
Sunshine Kelly recently posted…My Skin Clarity Journey with LANCÔME Clarifique Dual Essence Review
Alhamdulillah. terima kasih kongsi ni. sedar diri la jugak time susah macam ni. kita semua kena bersabar dan insyallah semuanya akan beransur. syok baca artikle ni, boleh belajar dari amalam sejarah.
Sbnrnya kisah² nabi ni merupakan kisah inspirasi utk kita. Saat kita hilang semangat atau rasa lemah ditimpa ujian berkali², bacalah kisah nabi utk mendapatkan semangat dan inspirasi semula. Mereka pun dari klgn nabi² yg mulia.
Bagusnya perkongsian ni, Kadang bila ada sakit, amalan2 macam ni la yang seeloknya dibuatkan. Biar doanya pendek tapi konsisten. Allah jualah yang Maha Menyembuhkan.